Kisah Loper Koran Yang Berakhir Menjadi Kontraktor

Kisah Inspirasi Para Pelaku Sholat Dhuha

Kisah Inspirasi - Sebut saja namanya Farhan. Saat ini, ia tinggal di sebuah rumah mewah besar di kawasan Jakarta Selatan bersama istri dan tiga orang anaknya. Di garasi rumahnya, berjejer dua mobil premium dan juga tiga buah sepeda motor. Halaman rumahnya dipenuhi dengan aneka macam bunga, kolam kecil dan juga beberapa ekor burung di dalam sangkar kayu terukir indah.

Melihat keadaan rumah Farhan, orang sudah pasti menduga dari tingkat ekonomi kelas apa sosok lelaki ini berasal. Belum lagi kalau melihat penampilannya sehari-hari yang selalu tampak parlente di depan orang-orang.

“Saya memang harus menjaga penampilan. Tapi bukan karena saya ini seorang artis”, paparnya.
Farhan memang bukan seorang artis meski wajahnya masih standar untuk dibilang artis. Dia adalah seorang kontraktor, pengusaha property dan juga seorang konsultan. Tiga jenis usaha yang digelutinya saat ini, ia dapatkan bukan dengan jalan yang mulus. Tetapi dengan kerja keras dan sholat Dhuha yang tak pernah ia tinggalkan.

Farhan memang seorang loper Koran. Itu pekerjaan awal yang dulu pernah ia geluti. Ia tidak menyangka bakal mendapatkan pekerjaan itu. Padalah sewaktu menjadi mahasiswa, ia justru pernah menjabat sebagai ketua perhimpunan mahasiswa di kampusnya. Tentunya Farhan bukan sembarang mahasiswa. Setidaknya dia termasuk sosok yang memiliki tingkan intelektualitas memadai sehingga teman-temannya memberinya kepercayaan untuk menduduki jabatan tersebut.

Semula Farhan menyangka bahwa jabatannya sebagai ketua perhimpunan mahasiswa dapat mengantarkan nasibnya kea rah yang lebih baik. Setidaknya dia dulu berkhayal, dengan jabatannya, dia dapat menjadi pejabat pemerintah. Namun sayang, Farhan tak mempu memenuhi khayalnya. Dia malah terlempar dari nasib yang ia khayalkan sendiri dengan menjadi seorang loper Koran.

Kerasnya tuntutan hidup membuat Farhan menerima pekerjaan itu. Namun karena kebutuhan hidupnya tidak bisa dicukupi hanya dengan menjual Koran, Farhan juga mencoba berjualan nasi di malam hari. Begitulah dia perkerjaan yang dilakukan Farhan. Di pagi buta, dia harus mengambil Koran dan menjajakannya. Dan di malam hari dia membuka warung nasinya di pinggir jalan.

Semula Farhan tidak menduga bakal mendapat ide usaha baru yang akan mengantarkannya pada kesuksesan seperti yang saat ini dia rasakan. Yang masih dia ingat adalah ketika matahari sudah agak siang, dia terbiasa pergi ke sebuah mushala dekat perempatan jalan tempat dia menjajakan Koran untuk melaksanakan sholat Dhuha.

“Memang sudah lama saya mengamalkan sholat Dhuha. Namun rahasianya baru saya ketahui dan rasakan di waktu pagi yang hujan itu.

Yah, pagi itu langit Jakarta mendung dan tidak lama kemudian hujan turun dengan deras. Farhan yang sudah mengambil Koran untuk dijual tak bisa berbuat apa-apa. Dia menunggu terang di dalam sebuah mushala tempat biasa dia melakukan sholat Dhuha disaat berjualan Koran. Dua jam hujan belum juga reda. Dengan lesu, Farhan mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat Dhuha seperti biasanya.

Setelah selesai sholat Dhuha, Farhan mencoba membuka-buka Koran yang hendak dijual. Di dalam Koran itu, dia menemukan sebuah iklan penawaran tanah. Awalnya, dia cuek ketika melihat Koran itu. Lalu dia membuka Koran lain, di mana dia menemukan sebuah pengumuman kalau ada orang yang sedang membutuhkan tanah. Sejenak Farhan termenung dan ingat dengan iklan penawaran tanah pada Koran yang barusan dibacanya. Lalu dari sanalah muncul ide untuk menghubungkan antara dua pihak yang sama-sama memiliki kepentingan ini.

Tak perlu menunggu lama untuk mewujudkan ide itu. Farhan segera menghubungi pihak yang akan menjual tanahnya dan juga menghubungi orang yang sedang membutuhkan tanah itu. Keduanya dipertemukan oleh dirinya. Setelah melakukan negosiasi keduanya akhirnya sepakat untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian. Farhan yang menjadi penghubung antara kedua belah pihak itu pun mendapatkan komisi dari keduanya. Dan itulah langkah pertama yang kelak akan terus digeluti oleh Farhan sehingga menjadi seperti sekarang ini.

Saya merasa kalau ide itu muncul sebagai jawaban Tuhan atas usaha dan doa-doa dalah sholat Dhuha saya. Sholat Dhuha merupakan hal yang tidak boleh dilupakan dalam hal meminta rezeki kepada Allah, dan memohon berkah atas rezekinya.

Kisah Loper Koran Yang Berakhir Menjadi Kontraktor Kisah Loper Koran Yang Berakhir Menjadi Kontraktor Reviewed by Raizal on Juli 07, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.